Online casino ranking_Live entertainment_Gambling Handicap

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Gamblingtomakemoney

IndIndonesiIndonesian Footballan Footballonesian Football?Berbagai aIndonesian Footballkun di media sosial atau media-media online baru muncul untuk menyebar paham ini. Mereka membaca isu-isu terhangat yang bisa dimanfaatkan untuk menyebar fitnah dan kebencian. Padahal belum tentu apa yang mereka sebarkan tersebut berisi kebenaran. Dan sayangnya, masih ada yang percaya dengan media-media seperti itu. Selain memanfaatkan isu terhangat, mereka juga memanfaatkan sosok figur publik untuk membuat berita-berita atau informasi yang mereka buat seakan benar adanya. Dan salah satu yang menjadi korban atas tindakan oknum seperti ini adalah Rizky Firdaus Wijaksana alias Uus.

Nggak cuma sekali ini Uus menjadi sasaran oknum-oknum penyebar kebencian. Beberapa waktu lalu, akun Instagram bernama @kotakkotakalay juga mengunggah sebuah artikel yang isinya menghujat Uus. Lucunya, berita tersebut adalah berita setahun lalu yang “digoreng” kembali, bertepatan dengan hari ulang tahun anak pertamanya. Padahal kejadian tersebut sudah terklarifikasi dan Uus pun telah meminta maaf. Namun basi atau nggaknya sebuah berita nggak dihiraukan oleh media seperti ini asalkan mereka tetap bisa menyebarkan kebencian.

Nggak cuma di Twitter, Uus juga mengklarifikasi melalui akun Instagram. Dia menjelaskan bahwa dia akan jujur jika benar-benar berbuat salah. Tapi kalau ada yang memfitnah dia akan mengklarifikasinya. Dia nggak pengen membawa masalah ini ke jalur hukum kalau bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik.

Terpantau di akun @undercover.idpemegang akun tersebut telah dihubungi oleh Uus terkait klarifikasi bahwa cuitan tersebut adalah hoax. Sang pemegang akun juga akhirnya minta maaf dan menghapus postingannya.

Penyebaran hoax alias berita bohong beberapa tahun terakhir memang makin gencar. Hal ini bukan lain karena kemajuan teknologi berupa internet yang bisa dinikmati hampir oleh setiap orang. Kemudahan mengakses internet itulah yang dimanfaatkan oleh orang-orang nggak bertanggung jawab untuk menyebar kebohongan dan kebencian di antara sesama.

Namanya dicatut begitu saja, apalagi tentang berita fitnah, tentu saja nggak akan membuat Uus diam. Dia pun mengklarifikasi dan mencantumkan screenshoot berita hoax itu. Uus menyatakan bahwa cuitan itu jelas-jelas hasil editan, karena dia nggak pernah menulis seperti itu di akun Twitternya.

Namun sosoknya yang telah terlanjur dibenci dan nggak bisa dimaafkan oleh sebagian orang nyatanya jadi sasaran empuk untuk menyebarkan ujaran-ujaran kebencian. Dengan berbagai rekayasa, terbitlah berita-berita yang mengait-ngaitkan ini semua dengan Uus. Seakan-akan benar dia yang mengatakan itu. Dan lebih mirisnya lagi, masih ada orang yang percaya dengan hoax seperti itu dan tersulut emosinya.

Nggak bisa dimungkiri, kalau Uus sebelumnya sempat membuat ‘ulah’ dengan cuitan-cuitan di akun Twitter-nya. Kejadian tersebut memicu reaksi yang beragam dari warganet. Meskipun tujuannya hanya bercanda, namun banyak yang nggak menerima karena Uus telah melecehkan agama atau sosok tertentu. Uus pun akhirnya minta maaf karena dia nggak menyangka respons dari masyarakat akan seperti itu, padahal dia nggak pernah berniat untuk melakukannya.

Sebuah berita yang mengatasnamakan Uus beredar di internet dan Instagram. Media bernama GobelNews.com ini memuat artikel dengan judul: PARAH!! Uus: “Daripada Nonton G30S/PKI Mendingan Nonton Film Miyabi, Lebih Bermanfaat!!“. Judul seperti ini tentu saja akan menarik perhatian warganet untuk dibaca. Dalam artikel tersebut diunggah foto Uus bersama istri dan sebuah cuitan di Twitter yang seolah-olah ditulis oleh Uus. Cuitan tersebut sama dengan judul berita yang diunggah oleh media yang bersangkutan. Ternyata, portal berita ini mengambil informasi dari akun Instagram @undercover.id.

Uus jadi korban oknum penyebar kebencian. via twitter.com

Di zaman sekarang ini, semua keputusan ada di tangan masing-masing pengguna internet. Mereka harus lebih jeli dalam menanggapi sebuah berita, apalagi yang berbau kontroversi seperti ini. Nggak ada salahnya mengecek kebenaran dan kredibilitas media terkait, sebelum ikut mengujar dan menyebar kebencian, bukan? Jangan sampai kita nggak terlihat smart di era smartphone ini. Karena nggak cuma diri sendiri yang dirugikan, melainkan orang lain juga.