SEATO: Sejarah da「Baccarat card type」n Kegagalannya

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Gamblingtomakemoney

Baccarat card tyBaccarat card typePenegara Indochina yakni VietnaBaccarat card typem, Kamboja, dan Laos, tidak bisa ikut organisasi karena dilarang lewat Perjanjian Jenewa.

Pengaruh barat dan kolonialisme baru justru yang saat itu jadi kekhawatiran Indonesia.

Baca juga: Peran Indonesia di Asia Tenggara

SEATO disponsori oleh Presiden AS Dwight Eisenhower dan Menteri Luar Negeri AS John Foster Dulles.

Amerika Serikat memegang teguh demokrasi, sementara Uni Soviet membanggakan paham komunisme.

Perjanjian itu ditandatangani pada 8 September 1954 di Manila, Filipina. Mereka yang menandatangani sekaligus menjadi anggota yakni:

Lalu bagaimana respons Indonesia terhadap SEATO?

KOMPAS.com - Sebelum ada ASEAN sebagai perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara, ada Southeast Asia Treaty Organization (SEATO).

Usai Perang Dunia II, dunia memasuki era Perang Dingin. Perang Dingin adalah persaingan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Malaysia yang saat itu terbagi jadi Borneo Utara dan Sarawak juga masih di bawah kendali pemerintah kolonial Inggris. Begitu pula Singapura yang masih jadi satu dengan Malaysia.

Keduanya bersaing memajukan negaranya dan menyebarkan pengaruhnya ke seluruh dunia.

Ini karena kedua negara itu menjalin hubungan dekat dengan AS.

Meskipun SEATO adalah organisasi antarnegara Asia Tenggara, hanya ada dua negara Asia Tenggara yang bergabung yakni Thailand dan Filipina.

Perjanjian Manila resmi berlaku pada 19 Februari 1955.

Dikutip dari Indonesia Melawan Amerika: Konflik Perang Dingin 1953-1963 (2008), Presiden Soekarno menolak masuk SEATO.

Prinsip politik luar negeri Indonesia kala itu adalah bebas aktif. Bebas artinya Indonesia tidak terikat pada blok atau kekuasaan tertentu.

Apa maksudnya aktivitas menyimpang?

Baca juga: Sejarah Berdirinya ASEAN

Baca juga: Seputar G30S/ PKI (2): Apa Sih Bedanya PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme?

Meski SEATO berkontribusi membantu negara-negara anggotanya mendirikan sekolah dan membiayai penelitian, SEATO akhirnya bubar juga.

Anggotanya tak lagi tertarik dengan keberadaan SEATO. Pakistan mundur pada 1968.

Kemudian Perancis menyetop sokongan dananya pada 1975. SEATO dibubarkan secara resmi pada 30 Juni 1977.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

SEATO dibentuk untuk mencegah masuknya paham komunisme terutama lewat agresi militer seperti yang terjadi di Korea dan Indochina (Semenanjung Asia Tenggara).

Perjanjian Manila menyebut tujuan SEATO hanya untuk pertahanan dan pengawasan serta bantuan untuk mencegah aktivitas menyimpang.

Baca juga: Kerja Sama Indonesia dengan Negara-negara ASEAN

Saat itu, komunisme juga tak dipandang sebagai "aktivitas menyimpang". Partai Komunis Indonesia (PKI) masih berjaya kala itu.

Amerika Serikat dan para sekutunya yakni Inggris, Perancis, dan Australia, mencoba membendung pengaruh komunisme di Asia Tenggara dengan membentuk SEATO.

Markasnya di Bangkok, Thailand, dengan Sekretaris Jenderal pertamanya Pote Sarasin, Duta Besar Thailand untuk AS.

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, SEATO adalah organisasi pertahanan regional yang dibentuk lewat Perjanjian Manila.

Para pimpinan negara anggota SEATO PM Nguyen Cao Ky (Vietnam Selatan), PM Harold Holt (Australia), Presiden Park Chung-hee (Korea Selatan), Presiden Ferdinand Marcos (Filipina), PM Keith Holyoake (Selandia Baru), Letjen Nguyen Van Thieu (Vietnam Selatan), PM Thanom Kittikachorn (Thailand), dan President Lyndon B Johnson (AS) saat menghadiri KTT SEATO di Manila 24 Oktober 1966