Ketersediaan Rumah untuk MBR Bakal Bert「Indonesia Lottery」ambah?

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Gamblingtomakemoney

Andin menilai dibutuhkan intervensi langsung dari pemerintah untuk MBR. Sebab, angka backlog kepemilikan rumah sebesar 11,4 juta orang.

Baca juga: Ada Pandemi, Rumah Harga Rp 300 Juta hingga Rp 750 Juta Jadi Incaran

Sebab, pemerintah juga meyakini sektor tersebut sangat strategis, sehingga menjadi perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),

“Karena sektor properti sangat strategis, melekat di berbagai dimensi, tidak hanya dimensi ekonomi, tapi juga dimensi sosial, keuangan dan juga fiskal. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi backlog perumahan nasional, jadi akan banyak tambahan rumah yang bisa diakses masyarakat, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Andin dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Untuk itu, Kementerian Keuangan sudah memberikan sejumlah insentif fiskal dan alokasi anggaran, seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Dana Alokasi Khusus Fisik (DAKF) serta dana bergulir Fasilitas Pembiayaan.

Baca juga: Sekarang Paling Tepat Membeli Rumah? Ini Penjelasannya

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Andin Hadiyanto mamandang,  sektor properti atau perumahan sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Adapun backlog keterhuniaan adalah 7,6 juta orang. Intervensi yang dilakukan pemerintah mencakup sejumlah aspek diantaranya mendorong sisi penawaran (supply), dengan mengusahakan ketersediaan rumah, meningkatkan akses pembiayaan, harga rumah yang terjangkau dan program berkelanjutan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor perumahan atau properti dipandang masih akan terus tumbuh pada tahun 2021. Sebab, tahun depan menjadi tahun optimisme dalam proses pemulihan ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Semua sektor diharapkan dapat pulih dan memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk sektor properti atau perumahan. Untuk memacu sektor tersebut, diperlukan dukungan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah, perbankan, pengembang, dan pihak lainnya.